Kamis, 14 Februari 2013

Tindakan anarkis dan tak masuk akala lagi -lagi dibuat buat oleh orang orang yang anti Tuhan ,ya kali ini dilakuakn oleh kaum penerus bangsa Sodom dan Gomora terhadap hamba Tuhan yang tujuannya baik,menghapus dan melarang pernikahan sesama jenis seperti yang di lakukan kaum Sodom dan Gomora dahulu kala.Aktivis femen ini sampai-sampai melakukan aksi telanjang di gereja.

1. Awalnya Tak Ada Yang Aneh

Awalnya delapan wanita ini masuk ke gereja katedral Notre Dame di Paris dengan jubah panjang. Tak ada yang mencurigakan. Mereka seperti layaknya jemaat lain. Namun begitu bel berdentang tiga kali, mereka tiba-tiba membuka jubah dan memamerkan payudaranya.

2. Anti Paus Benediktus XVI

Delapan gadis ini merayakan mundurnya Paus Benediktus XVI. Kelompok Femen ini berdalih mereka bertujuan memperjuangkan hak asasi manusia. Sebelumnya Paus Benediktus XVI memang menentang pernikahan sesama jenis.

"Tidak ada lagi Paus! Tidak ada lagi homofobia," teriak mereka besahut-sahutan.

3. Bye Bye Benedictus

Selain memamerkan dada, wanita-wanita ini juga menuliskan pesan di tubuh mereka. Isinya tetap sama, perayaan mundurnya Paus Benediktus XVI dan dukungan terhadap kaum gay maupun lesbian, 'Pope No More', 'Pope Game Over',  dan 'Bye Bye Benedictus'.

4. Dikecam Jemaat

Tentu saja para jemaat mengecam aksi wanita-wanita bertelanjang dada ini. Mereka menganggap gereja adalah tempat suci yang tak pantas dijadikan aksi mereka.
"Ini tempat yang sakral, Anda tidak boleh telanjang di sini," tutur salah seorang jemaat wanita.

5. Sempat Kuasai Keadaan

Delapan wanita ini sempat menguasai keadaan dan meneriakkan orasinya. Bahkan mereka juga sempat memukul lonceng gereja. Jemaat lain hanya bisa menelan ludah. Sementara itu wartawan terus mengabadikan momen.

6. Diusir Dari Gereja

Tentu saja pihak keamanan gereja tidak tinggal diam. Mereka segera mengamankan delapan wanita itu dan memaksanya keluar. Meski ada sedikit perlawanan, namun wanita-wanita ini berhasil dikeluarkan dari gereja.



Delapan wanita ini akhirnya berhasil dikeluarkan dari gereja @foto: AFP

Walau dikejar petugas, wanita-wanita ini masih sempat meneriakkan orasi @foto: AFP

7. Aksi Berlanjut di Luar

Di luar gereja, aksi mereka belum usai. Delapan wanita ini masih melanjutkan orasinya. Makin berkembang, kali ini mereka meneriakkan dukungan untuk kaum gay, 'In gay we trust' dan 'Get out homophobe'.

8. Tontonan Gratis

Masyarakat yang kebetulan berada di sekitar gereja pun tertarik untuk menyaksikan aksi mereka. Sebagian tampak bingung dengan aksi delapan wanita ini. Lama-kelamaan aksi mereka menjadi tontonan gratis. Apalagi bagi kaum Adam.
Aksi penuh kecaman @foto: AFP

10. Bukan Aksi Pertama

Aksi macam ini sebenarnya bukan yang pertama kali bagi kelompok Femen. Tahun 2010 lalu mereka juga menjadi headline berbagai media atas aksi pamer dada atau bahkan telanjang bulat sebagai bentuk dukungan bagi pro-demokrasi dan anti-korupsi di Rusia, Ukraina dan London.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar